handiramy's Blog

Just a stupid weblog

Kapan nikah?

on April 11, 2017

Ditanya “Kapan nikah?”, “Kapan nyusul?”, atau “Mana calonnya?”, merupakan hal yang sudah biasa bagi saya. Tidak ada perasaan malu, sedih, maupun sakit hati dari pertanyaan-pertanyaan itu. Toh mereka juga menanyakannya dengan cara yang sopan, atau dengan bercanda.

Namun pernah sekali waktu saya menjumpai seorang pria paruh baya yang menanyakan hal yang sama, tapi dengan cara yang menurut saya kurang pantas. Bahkan dari nada bicara dan ekspresi wajahnya pun arogan, dan terkesan menghina.

“Loh, ternyata kamu seumuran dengan anak saya. Anak saya saja sudah menikah, kenapa kamu belum?”, sambil kedua lengannya berkacak pinggang.

Kalau hanya membaca pertanyaan itu saja tanpa membayangkan ekspresi wajah dan nada bicaranya, tentunya tak terkesan merendahkan. Sayangnya, dalam tulisan, nada bicara dan ekspresi wajahnya yang merendahkan saya itu tidak dapat digambarkan.

Lalu bagaimana saya menanggapinya?

Pertama-tama, saya hanya tersenyum. Melihat saya yang hanya tersenyum, dia melontarkan pertanyaan yang sama sekali lagi, dengan lebih merendahkan lagi.

Kali ini, saya sudah ingin menjawab, namun saya melihat kode-kode dari ibu saya untuk tetap diam. Ya. Ibu. Beliau paham betul cara saya menjawab pertanyaan yang merendahkan dari orang lain. Daripada merusak suasana, bahkan merusak silaturahmi, lebih baik diam. Selalu begitu prinsip ibu.

Sebelum pria ini sempat melanjutkan arogansinya, ada pria paruh baya lainnya yang menggantikan saya untuk menjawabnya, “Beda dong. Dia lulusan ITB. Yang dipikir pasti karir dan sekolah dulu.”, dengan nada bercanda sehingga tidak menyinggung si lawan bicara.

Lalu si pria arogan ini hanya tertawa kecil saja. Mungkin sedikit tersindir, karena anaknya yang sudah menikah itu bukan alumni universitas ternama, dan pekerjaannya juga tidak jelas. Orang yang arogan seperti itu, tentunya hanya diam saja jika merasa kalah.

Well, sebetulnya saya ingin menjawab beliau seperti ini.

Menikah itu bukan tentang siapa cepat dia dapat, karena pernikahan bukan barang sale. Menikah itu tentang bagaimana mempertahankan rumah tangga, dan bertanggung jawab melaksanakan peran masing-masing, apapun kondisinya. Menikah itu tentang mencari teman hidup selamanya, bukan sekedar menukar cincin demi gengsi semata. Alhamdulillah, putri Anda sudah diberi rizki yang tak ternilai: seorang suami. Karena tak ada wanita di dunia ini yang sanggup hidup sendiri. Begitu pula dengan saya. Sayangnya, saya belum seberuntung putri Anda. Ya. Betapa kurang beruntungnya saya: tidak pernah membayar biaya kuliah (karena beasiswa), lulus tidak tepat waktu, dan saat lulus pun harga minyak dunia sedang anjlok sehingga tak ada lowongan pekerjaan di dunia migas. Tidak seperti putri Anda yang bisa melamar dimanapun. Dan sekali lagi putri Anda lebih beruntung, karena tidak mengenal prinsip ‘Women must have power’. Sayangnya, saya adalah penganut prinsip tersebut, karena kejelekan saya selama ini: terbiasa mandiri. Putri Anda beruntung karena tidak perlu memikirkan masa depan, toh suaminya sudah punya pekerjaan tetap, dan ayahnya kaya raya. Saya tidak seberuntung itu karena saya tidak ingin merepotkan orang tua saya untuk membiayai terus menerus semua kebutuhan saya, dan saya harus sudah membuat persiapan jikalau suatu hari nanti terjadi apa-apa pada suami saya. Itulah mengapa saya belum menikah. Entah saat ini saya sudah atau belum memiliki calon pasangan hidup, saya belum mau menikah saat ini. Masih banyak life goals sebelum menikah yang belum saya capai. Anda tenang saja, suatu hari nanti saya pasti menikah. Entah besok, bulan depan, tahun depan, atau beberapa tahun lagi. Siapa yang bisa menebak rahasia Allah?

***

Untuk kalian yang belum menikah, tak usah bergalau hati. Yakinlah pada Tuhanmu, apapun agamamu. Waktumu pasti datang. Rencana Tuhan itu selalu indah.

***

Jehan Eldira Islamy

Yogyakarta, 11 April 2017

Mohon mencantumkan sumber jika ingin share, screenshot, copy paste, dsb. Terima kasih sudah berkunjung. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: