handiramy's Blog

Just a stupid weblog

Latihan Sabar

on December 5, 2016

Ada saja cara ALLAH dalam menguji hamba-Nya untuk menaikkan derajatnya (inshaa Allah).

Saya sedang belajar untuk lebih mengontrol emosi dan menghindari debat kusir. Lillahi ta’ala demi memperbaiki kualitas diri. Lalu bertubi-tubi cobaan datang menghampiri, dari yang sepele dan umum terjadi, sampai yang besar.

Contoh yang sepele dan umum adalah bertemu orang-orang yang kurang memahami tata krama. Dulu, kalau saya bertemu dengan orang yang seperti itu, biasanya saya ra terimo dan langsung santlap saja. Kalau mereka mulai menggunakan kekerasan verbal, saya bisa menggetak balik. Kalau mereka mulai main fisik, saya juga ga segan untuk defense. 

Beberapa hari yang lalu, saya dan ibu saya pergi ke sebuah pusat grosir di daerah Cililitan. Niat awal hanya untuk hair spa di salon. Selesai dari salon, saya iseng saja ingin membeli jilbab baru, tapi saya ingin beli yang bermerk bagus (sekali2, belum pernah punya soalnya wkwk). Akhirnya saya menemukan jilbab yang saya suka di toko Mezora. Karena harganya jelas lebih mahal daripada jilbab yang tidak bermerk, jadi saya cuma beli satu. Tapi lalu saya melihat ibu saya yang kelihatannya ingin sekali beli jilbab bergo instan warna putih (beliau sedang cidera tangan, jadi tentu lebih praktis dan mudah apabila beliau menggunakan bergo). Akhirnya saya belikan sebuah bergo putih untuk beliau.

Pria muda penjaga tokonya sangat sopan, santun, dan sabar dalam melayani kami. Namanya memilah milih jilbab, semua dibuka dan dicoba, hehe. Tapi si penjaga toko ini tetap tersenyum dan berkata dengan lembut, “ngga apa-apa mbak. Ditaruh di situ aja, nanti saya aja yang beresin.”. Saya bisa yakin kata-kata itu keluar dari hatinya yang terdalam (ceilah) alias ikhlas. Karena saya melihat dari sorot matanya dan ekspresi wajahnya yang tulus.

Wah, satu jilbab persegi dan satu bergo, totalnya Rp 132.000. Memang ga mahal2 amat sih, tapi di dompet saya ternyata tinggal Rp 100.000. Dan kebetulan tokonya lagi ga bisa auto debit. Jadi mau ga mau saya harus tarik tunai dulu di ATM.

Lumayanlah jarak ATMnya, dari ujung ke ujung, dan berbeda zona (pusat grosir ini terbagi menjadi beberapa zona). Tidak ada kendala di perjalanan dari Mezora ke ATM center. Nah, perjalanan baliknya ini..

Kios-kios di dalam pusat grosir ini tidak hanya yang ada di dalam “kamar”, namun juga di “lobi”nya. Sehingga jalan lewat memang tidak lebar. Bahkan, di “lobi” tengah yang luas bisa untuk beberapa kios sekaligus dan dempet-dempetan. Meskipun begitu, beberapa dari mereka sengaja merenggangkan jarak antar kios atau etalase untuk tempat lewat. 

Saat saya sudah hampir sampai ke Mezora, saya harus melewati “lobi” besar luas yang terdapat banyak kios di tengahnya. Untuk mencapai Mezora, saya harus belok ke arah kiri. Nah, demi mempersingkat waktu (kasihan ibu saya dan penjaga toko yang sudah menunggu lama), saya tidak belok di tempat habisnya “kios lobi”. Namun saya memilih langsung belok di tengah “lobi”. Saya mencari yang jalannya agak renggang dan kelihatan jelas jarak antar etalasenya. Lalu saya belok di situ. Saya pikir, etalase di kanan dan kiri saya saat saya belok itu, merupakan etalase dari dua kios yang berbeda. Entahlah sebenarnya mereka toko yang sama atau berbeda. Tapi ujung etalase, saya tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan seorang pria muda (mungkin 20an akhir atau 30an awal) yang berdiri menghadang saya. Saya jelas mak jegagik. Kulitnya putih dan matanya agak sipit, namun tidak tampan. Badannya setinggi saya tapi kurus. Dengan tatapan dan nada sinis, dia bertanya, “mau cari apa?”. Saya hanya balas dengan baik-baik, “Maaf. Permisi ya..”. Lalu tebak apa yang dikatakan oleh orang itu? Dengan nada agak tinggi dia bilang, “Ga boleh! Kalo cuma mau lewat, jangan lewat sini! Balik sana!”, sambil tangannya menunjuk ke arah yang dia maksud.

Sungguh sangat kasar dan tidak sopan. Wah, dia tidak tahu kalau saya ini super galak. Kalau saya mau, saya bisa saja menggetak balik. Mau adu fisik juga saya berani. Adu bacot juga ayo. Tapi semua tidak saya lakukan. Percuma meladeni orang macam itu. Lagipula, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk belajar mengontrol emosi dan menghindari debat kusir. Jadi, tanpa mengatakan sepatah kata pun, saya langsung melengos balik badan dan pergi melewati jalan lain.

Sangat menyedihkan. Seperti inikah bangsa Indonesia yang katanya ramah dan penyabar?

Saya minta maaf jika memang saya salah jalan, tapi apa tidak bisa dia memberi tahu dengan cara yang lebih sopan dan bersahabat? Misalnya, “Mbak, maaf, ini masih wilayah kios saya, bukan jalan umum. Kalau mbak mau pergi ke arah sana, mbak lewat jalan lain saja ya?”. Waaaahhh, kalau misalnya dia seperti itu, saya akan langsung minta maaf dan pergi dengan sopan, tak lupa memberi senyum.

Hari ini terjadi lagi kejadian serupa. Namun kali ini dengan seorang admin online shop. Nama online shop Instagramnya adalah “vincent.printcustom”. Jadi salah satu produk yang dia jual adalah casing ponsel custom. Dan saya ingin membeli sesuatu dengan gambar Chelsea FC. Saya lihat di akun instagramnya, hanya ada 6 macam gambar Chelsea. Saya bertanya baik-baik apakah dia memiliki gambar Chelsea yang lain. Kalau yang logikanya memang jalan, pasti bisa mengerti maksud dari pertanyaan saya itu, yaitu apakah dia memiliki stock gambar Chelsea lainnya yang memang file mentahnya dia punya namun tidak dipajang di akun IGnya.

Awalnya dia menjawab, “Ada banyak”. Tapi saat saya minta tolong untuk dikirimkan contoh-contoh gambarnya, dia berkata “Cari aja di google”. WHAT THE DUCK?! 

Tadinya saya berpikir mungkin dia menyuruh saya untuk mencari contoh gambar Chelsea dalam casing ponsel. Mungkin dia sudah punya semua file mentahnya jadi saya tinggal kasih lihat saja. Jadi itu yang saya lakukan. Saya kirimkan screenshot hasil pencarian saya di Google, yaitu sebuah casing ponsel bergambar Chelsea dengan nuansa hitam.

Setelah saya kirimkan dan bertanya apakah dia memiliki gambar yang seperti itu, dia menjawab kalau saya seharusnya kirim file mentahnya. Nah di sini saya baru ngeh. Oalaaahh ternyata stock file Chelsea dia ya cuma 6 macam itu saja. Gitu kok ngomong “ada banyak”. Kan bikin orang jadi salah ekspektasi.

Yang membuat saya kesal adalah cara bicaranya yang sombong dan menertawakan saya seakan-akan saya ini manusia terbodoh sedunia. Padahal saat itu saya sudah mau transfer, tapi saya jadi mengurungkan niat saya. Dengan guyon dan menggunakan emoticon saya bilang ke dia supaya tidak jutek. Tapi sepertinya hal itu membuatnya naik pitam. Lalu mulai chat panjang lebar dengan segala alibinya. Nah, di sini saya mulai, “Oh, tipe orang yang kayak gini toh.”. Tipe yang ga akan mau kalah dan tidak mau menerima kritikan, apalagi saran. Dan betul saja, dengan guyon (maksudnya supaya ga tambah panas) dan emoticon (supaya ga terkesan rude), saya menyarankan dia untuk menggunakan emoticon sehingga meminimalisir misinterpretation. Tadaaa… Dia makin marah. Dengan ketawa sinis dia bertanya kenapa saya mau mengatur cara dia chat. Oh astaghfirullah kenapa sebegitu picik pikirannya..

Dia masih mau nulis panjang lebar untuk membela diri (yah ala-ala bocah immature pada umumnya). Saya cuma balas, “Yaudahlah ga usah dibahas.”, lalu saya block. Kenapa saya block? Maaf ya saya terpaksa. Karena saya tahu betul tipe orang yang seperti itu. Jika tidak diblock maka dia akan terus-terusan memborbardir saya dengan chat-chat pembelaan dirinya. Kalau cuma di-mute ya percuma, nanti dia akan ngejar terus. Ngejar orderan maksudnya. Atau ngejar mau nyumpah nyerapahin saya.

Setelah saya block akun Line-nya, saya mendapat telepon dari sebuah nomor tak dikenal. Dua kali dan tidak saya angkat, tapi langsung saya masukkan ke reject list. Saya yakin itu pasti dia. Dia sudah dapat nama, nomor, dan alamat saya karena memang sudah saya berikan (duh bego banget ya wkwk). Soalnya memang sudah hampir deal dan saya sudah hampir transfer.

Well, harga yang dia tawarkan memang termasuk murah. Tapi saya tipe orang yang “Mahal tidak mengapa asalkan kualitas barang bagus dan pelayanan ramah, daripada dapat harga murah tapi pelayanan tidak ramah.”.

Sayangnya, chatnya langsung saya hapus. Jadi tidak bisa saya screenshot dan upload di sini. Tapi yang jelas, cara dia chat memang kesannya rude.

Mas Vincent yang terhormat, bukan begitu caranya melayani pelanggan. Saya minta maaf jika saya membuat Anda kesal hari ini. Tapi ada baiknya Anda juga introspeksi diri. Trims.

Kalau saya jadi dia sih, saya akan menerangkan dengan jelas (dan ini bisa dibikin di note jadi tinggal copas ke pelanggan) dengan kata-kata yang sopan, bersahabat, dan ‘merangkul’. Misalnya, “Maaf sis, kalo saya sendiri cuma punya file mentah 6 gambar Chelsea itu aja :oops:. Kalo sista mau, sis bisa cari di Google dulu, gambar seperti apa yang diinginkan. Kalo udah ketemu, bisa langsung kirim ke saya. Tenang aja, saya tetep nunggu kok hehe ;). Oya, file mentahnya ya sis, jadi tinggal saya cetak aja. Kalo mau ditambah dikasih tulisan juga bisa :).”.

Ah, yasudahlah. ☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: