handiramy's Blog

Just a stupid weblog

Untukmu Sang Penyair Hati

on June 21, 2016

Mengapa kita saling menyakiti jika kita memang saling mencintai?
Mungkinkah ini hanya cinta semu?
Apakah engkau sungguh mencintaiku?
Sungguh? Meski aku tak lebih baik darinya?
Tapi mengapa aku melihat dirinya dalam bola matamu?
Mengapa aku merasa seperti kau dorong untuk menjadi seperti dia?
Kau malu pada dunia bahwa wanitamu sekarang tak punya apapun untuk dibanggakan?
Tahukah engkau? Bahwa tanpa kau pinta pun, aku ingin menjadi seorang wanita yang lebih baik lagi.
Aku ingin memiliki tubuh yang lebih indah, agar aku dapat menjadi panutan untuk anak-anak gadisku nanti.
Aku ingin lebih cantik lagi, agar suamiku nanti tak bosan memandangku.
Aku ingin memperbaiki hijabku, agar keindahan tubuhku menjadi milik suamiku seorang.
Aku tak pandai bernyanyi, karena aku seorang penari.
Aku tak mampu memainkan alat musik, karena tanganku kotor oleh tinta dan pensil warna.
Aku bahkan tak bisa bahasa Jawa meskipun aku orang Jawa, karena dengan lancangnya aku belajar bahasa Inggris, Jepang, dan Turki.
Aku tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, karena aku pengidap social phobia, tapi aku berusaha menyampaikan pesan lewat puisi dan tulisanku.
Aku belum dewasa seperti teman sebayaku yang lain, tapi bukan berarti aku tidak berusaha.
Aku memang pemarah, tapi aku bukan pendendam.
Aku memang terkesan cuek, tapi sesungguhnya aku sangat perhatian.
Aku memang terlihat galak dan kuat, tapi sesungguhnya hatiku sangat rapuh.

Hari ini aku marah.
Aku sangat marah.
Aku marah pada diriku sendiri.
Diriku yang telah melukai hatimu.
Aku marah pada keadaan.
Kenapa kita dipertemukan ketika masing-masing masih terluka?
Dan aku marah pada dirimu.
Teganya engkau menghukumku seperti ini.
Lupakah engkau pada janjimu untuk menjadi orang pertama yang akan menyeka air mataku?
Tapi justru engkau yang membuatku menangis.

Tak percayakah engkau bahwa aku sudah menyadari kesalahan-kesalahanku?
Tak mampukah nuranimu melihat tulusnya hatiku memohon ampunmu?
Mengapa masih kau tega mengabaikanku?

Demi Tuhan,
Aku tidak menuntut hartamu.
Aku hanya ingin disayangi dan dicintai. Salahkah aku?
Salahkah aku jika aku ingin menjadi seseorang yang kau prioritaskan?
Aku tidak minta kau belikanku perhiasan.
Aku hanya ingin dipeluk dan dikecup keningku. Tak pantaskah aku?
Aku tak inginkan rangkaian bunga mawar merah yang indah.
Aku hanya ingin mendengar masihkah engkau mencintaiku?

*bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: