handiramy's Blog

Just a stupid weblog

Syarat Menikah dengan WNA di Indonesia

on August 28, 2014

1. KELURAHAN.

Syarat:
1.a. Foto copy KTP (WNI).
1.b. Foto copy KK (WNI).

Tujuan :
Untuk mendapatkan surat pengantar melangsungkan perkawinan di KUA berupa N1, N2, N3 dan N4.
N1: Surat keterangan untuk menikah. Biodata laki–laki / wanita dan status (single, janda/duda).
N2: Surat keterangan asal usul yang bersangkutan (anak dari siapa / orangtuanya).
N3: Surat persetujuan kedua mempelai untuk melakukan perkawinan.
N4: Surat keterangan tentang orangtua yang bersangkutan.

2. Kantor Urusan Agama (KUA).

Syarat:
2.a. Foto copy passport yang bersangkutan ( WNA ).
2.b. – Surat izin menikah / status tidak ada halangan untuk menikah dari negara atau perwakilan negara yang bersangkutan dan telah di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah resmi (asli dari WNA);
– Photo copy passport yang masih berlaku. Akte kelahiran yang asli, atau salinan asli dari register kelahiran yang dikeluarkan oleh Kotamadya (gemeente) setempat (+ foto copy), harus yang terbaru atau mutakhir (artinya tanggal pembuatannya tidak boleh lebih tua dari tiga bulan);
atau Bagi warga Belanda yang lahir di luar negeri (di luar Belanda): akte kelahiran asli (+ foto copy). Akte ini harus dilegalisasi oleh instansi yang berwenang di negara kelahiran dan Kedutaan Besar Belanda setempat.
– Kutipan asli / Surat keterangan asli (+ foto copy) dari daftar kependudukan (persoonsregister) yang menunjukan status sipil (artinya: status sendiri, menikah, janda/duda atau bercerai), yang termuktahir atau tidak boleh lebih tua dari tiga bulan sesudah tanggal pembuatan.
– Apabila ini pernikahan yang kedua atau lebih, maka perlu diserahkan juga surat bukti yang menunjukkan bahwa pernikahan yang terdahulu sudah berakhir dengan alasan apapun (misalkan: bercerai atau kematian), sehingga tidak ada halangan untuk mengadakan pernikahan lagi.
– Jika masih di bawah umur, maka diperlukan juga surat persetujuan orang tua atau wali. Foto copy passport atau KTP yang masih berlaku (WNI). Jika masih di bawah umur, maka diperlukan juga surat persetujuan orang tua atau wali (WNI).
2.c. Foto copy akta kelahiran yang telah di terjemahkan oleh penterjemah resmi (WNA).
2.d. Pas photo ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar (kedua mempelai).
2.e. – Surat keterangan / sertifikat pengislaman. Di ruang Takmir Masjid. Dimana untuk mendapatkan surat pengislaman harus melakukan Khitan terlebih dahulu dan mendapatkan sertifikat Khitan. Di Masjid setelah mengajukan sertifikat Khitan akan dicek secara klinis oleh Dokter di Klinik Masjid. Apabila sudah melakukan Khitan, maka akan dicek oleh Dokter di Mesjid dan bisa langsung melakuakan mengislaman;
– Pas photo 4×6 (WNA), 3 lembar.
– Foto copy surat ijin kawin dari Kedutaan (WNA).
– Foto copy passport (WNA).
– Dua saksi dari pihak wanita (Islam) berikut foto copy KTP masing-masing.
– Materai dua lembar @ Rp6.000,-.
2.f. – Surat Tanda Lapor Diri (STMD) dari Kepolisian (asli);
– Foto copy passport (WNA).
– Foto copy stamp on arrival yang ada di passport (WNA).
– KTP (WNA).
2.g. Foto copy KIMS (Keterangan Izin Menetap Sementara) bagi WNA yang menetap sementara di Indonesia.
2.h. Foto copy KK / KTP bagi WNA yang telah memiliki izin tinggal tetap di Indonesia.
2.i. Akte cerai / sertifikat kematian bagi WNA yang berstatus duda/janda.
2.j. Akte cerai asli bagi WNI yang telah bercerai atau kematian.
2.k. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000,- sesuai dengan PP No 47 tahun 2004.
2.l. Mengisi formulir di KUA.
2.m. Setelah mendapatkan Buku Nikah, di foto copy sebanyak 3 rangkap lalu di legalisasi oleh KUA. Tujuan: Untuk melengkapi syarat legalisasi di Departemen Agama.

Tujuan:
Untuk mendapatkan Buku Nikah yang sah secara Agama dan Hukum di Indonesia.

Note:
(1) Perkawinan akan sah secara Hukum di Negara suami, apabila melewati legalisasi di Departemen Agama, Departemen Hukum dan Hak Asasi manusia, Departemen Luar Negeri, lalu Buku Nikah di translate ke dalam Bahasa asal suami dan Kertas translate tersebut berikut Buku Nikah di legalisasi di Kedutaan di Indonesia dan di daftarkan kembali di Negara asal suami supaya disahkan di Negara asal suami dan mendapatkan Sertifikat Kawin.
(2) Di wilayah tertentu ada KUA yang memasukkan juga ‘Surat keterangan bebas hutang pajak di negara asal’ bagi calon suami/istri WNA. Contoh, terjadi di KUA Pamulang (kejadian nikah tahun 2007). Tapi prakteknya ternyata bisa lentur–tidak mutlak.

 

*** SEMOGA MEMBANTU ** ^_^

 

Source: Facebook Closed Group “Foreign Relationship Community / FRC”, posted by admin.

Advertisements

One response to “Syarat Menikah dengan WNA di Indonesia

  1. Ara says:

    Hi…sya ara sya mau nnya..sya mau menikah dg wna libya in syaa allah bln 3 ini, syrat2 yg di perlukan utk wna alhamdulillah dh terkantongi tpi ada 1 yg mmbuat sya bingung, adakah dia hrs mendatangi embassy of libya di indonesia utk mndptkan surat2 izin atau yg lain sblm kita mndftr di kua di tmpt tinggal sya, apa dia hrs mmbuat akta baru yg msa brlakunya hnya 3 bln itu, sdgkn dia sdh ada yg asli.
    Dan 1 lgi sya adalah anak broken home, slma hidup 30 thn nie sya gk ada akta lhir, sbb mreka berpisah sewaktu sya bayi. Adakah sya hrus mmbuat akta lahir untuk syrat pernikahan tersebut dg berbintikan ibu…??? Tlg pencerahannya tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: